TUGAS
KELOMPOK
JENIS-JENIS
TULISAN
MATA KULIAH BAHASA INDONESIA
KELAS II A PGSD
Anggota Kelompok 3 :
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH
DASAR
UNIVERSITAS VETERAN BANGUN
NUSANTARA
SUKOHARJO
JENIS-JENIS
MENULIS
Keterampilan
menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut pandang yang berbeda.
Sudut pandang tersebut adalah kegiatan atau aktivitas dalam melaksanakan
keterampilan menulis dan hasil dari produk menulis itu.Klasifikasi keterampilan
menulis berdasarkan sudut pandang kedua menghasilkan pembagian produk menulis
atau empat kategori, yaitu; karangan narasi, eksposisi, deskripsi, dan
argumentasi. Di berikut ini akan dijelaskan satu persatu.
A. NARASI
Narasi merupakan bentuk
percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian
peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu
(Semi, 1990:32). Sebagai suatu cerita, narasi bermaksud memberitahukanapa yang
diketahui dan dialami kepada pembaca atau pendengar agar dapat merasakan dan
mengetahui peristiwa tersebut dan menimbulkan kesan dihatinya, baik berupa
kesan tentang isi kejadian maupun kesan estetik yang disebabkan oleh cara
penyampaian yang bersifat sastra dengan menggunakan bahasa yanga figurative
(Semi, 1995:33).
Paragraf narasi itu
dimaksudkan untuk memberi tahu pembaca atau pendengar tentang apa yang telah
diketahui atau apa yang dialami oleh penulisnya. Narasi lebih menekankan pada
dimensi waktu dan adanya konflik (Pusat Bahasa. 2003.46). Pada dasarnya narasi
mempunyai ciri sebagai berikut (Semi, 1990: 35) :
(1) Berupa cerita tentang
peristiwa atau pengalaman manusia
(2) Kejadian atau peristiwa
yang disampaikan dapat berupa peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi,
atau gabungan keduanya
(3) Berdasarkan konflik agar
menarik
(4) Memiliki estetika karena
isi dan penyampaiannya bersifat sastra, khusus narasi yang berbentuk fiksi
(5) Menekankan susunan
kronologis
(6) Biasanya memiliki dialog
Narasi ini mempunyai kesamaan
dengan deskripsi, yang membedakan adalah narasi mengandung unsur imaji dan
peristiwa lebih ditekankan kepada urutan kronologi, sedangakan deskripsi unsur
imajinasinya terbatas dan penekanan organisasi penyampaian pada susunan ruang,
sebagaimana yang diamati, dirasakan dan didengar (Semi, 1990:36).
Contoh karangan narasi :
Sore itu kami pergi ke
rumah Puspa.Sopir kusuruh memakirkan mobil.Kemudian, kami memasuki gang
kecil.Beberapa waktu kemudian, kami sampai di sebuah rumah yangh sederhana
seperti rumah-rumah di sekitarnya.Rumah-rumah itu tanpak tidak semewah
rumah-rumah gedung yang terletak di pinggir jalan.Pintu rumah yang sederhana
itu terbuka pelan.Seorang gadis berlari dan memelukku.Gadis itu tiba-tiba
pinsan dan terkulai lemas dalam pelukanku (Pusat Bahasa .2003. 47).
B. EKSPOSISI
Eksposisi adalah tulisan
yang bertujuan menjelaskan atau memberikan informasi tentang sesuatu (Semi,
1990: 37).Eksposisi biasanya dikembangkan dengan susunan logis dengan pola
pengembangan gagasanseperti definisi, klasifikasi, ilustrasi, perbandingan dan
pertentangan, analisis fungsional.Dalam tulisan eksposisi, teramat dipentingkan
informasi yang akurat dan lengkap. Eksposisi merupakan tulisan yang sering
digunakan untuk menyampaikan uraian ilmiah, seperti makalah, skripsi, tesis,
desertasi, atau artikel pada surat kabar atau majalah.
Jika hendak menulis
bagaimana peraturan bermain sepak bola, cara kerja pesawat, bagaimana membuat
tempe, misalnya, maka jenis tulisan eksposisi sangat tepat untuk digunakan.
Ekposisi berusaha menjelaskan atau menerangkan.Parera (1993 : 5) mengemukakan
bahwa “Seorang pengarang eksposisi akan mengatakan, Saya akan menceritakan
kepada kalian semua kejadian dan peristiwa ini dan menjelaskan agar Anda dapat
memahaminya.”
Penulis harus memiliki pengetahuan
memadai tentang objek yang akan digarapnya. Untuk itu, maka seorang penulis
harus memperluas pengetahuan dengan berbagai cara seperti membaca referensi
yang berkaitan dengan masalah yang dikaji melakukan penelitian, misalnya
wawancara, merekam pembicaraan orang, mengedarkan angket, melakukan pengamatan terhadap
objek dan sebagainya.
Dikembangkan lagi dengan
beberapa pikiran penjelas.Pikiran penjelas tersebut dapat dikembangkan lagi
menjadi beberapa rincian yang diperlukan.Untuk menghasilkan tulisan ekposisi
yang baik maka pikiran utama dan pikiran penjelas harus diorganisir dalam
bentuk kerangka karangan yang pada umumnya dibagi dalam tiga bagian yaitu,
bagian pembuka (pendahuluan) bagian pengembangan (isi), dan bagian penutup yang
merupakan penegasan ide.Untuk karangan yang bersifat kompleks, harus diuraikan
dalam bentuk sub-bagian yang lebih rinci.Dalam karangan seperti itu. Dapat
disusun dalam bentuk bab dan diperinci lagi menjadi sub-sub bab. (Semi, 1990;
38) menyatakan ciri penanda karya eksposisi sebagai berikut :
(1) Berupa tulisan yang
memberikan pengertian dan pengetahuan
(2) Menjawab pertanyaan
tentang apa, mengapa, kapan, dan bagaimana
(3) Disampaikan dengan lugas
dengan bahasa yang baku
(4) Menggunakan nada netral,
tidak memihak, dan memaksakan sikap penulis terhadap pembaca
Contoh tulisan Eksposisi:
Bertahun-tahun aku
mengeluti usaha ini dengan sabar.Sebagai pengusaha kecil yang bermodal
kecil.Aku menghadapi berbagai macam tantangan.Persaingan dengan
pengusaha-pengusaha lain yang bermodal besar yang sering berjalan tidak sehat
hampir-hampir membuat aku putus asa. Tetapi aku telah bertekad tidak akan
mundurdalam berusaha. Sedikit demi sedikit perusahaanku memperoleh kemajuan.
Salah satu prinsip dalam kemajuan dalam memajukan perausahaanku adalah ” melayani
konsumen” aku harus dapat melayani mereka sabaik-baiknya. Mutu produksi selalu
kujaga benar. Harga tetap aku kuusahakan agar tidak melebihi harga produksi
serupadari perusahaan lain. Sekarang, alhamdulillah perusahaanku sudah masuk
dalam kelompok usaha menengah, aku tidak mengalami kesulitan modal
lagi.Pemasaran hasil produksi bisa lancar.Tantangan – tantangan bukanlah tidak
ada.Selama perususahaan masih berjalan, selama itu pula tantangan perusahaan
pasti ada.Tantangan itu bisa muncul dari dalam perusahaan itu sendiri, maupun
dari luar. Tetapi aku yakin, kalau dalam perusahaan menjadi seperti sekarang
ini, tentu dalam masa sekarang ini aku akan dapat menghadapi
tantangan-tantangan itu dengan baik. Bagiku tantangan itu merupakan hak yang
menarik untuk diselesaikan, bukan sesuatu yang mesti aku takuti. Aku yakin kita
berusaha dengan sungguh-sungguh dengan jalan yang benar, tentu Tuhan akan
membukakan pintu keberhasilan bagi kita.
C. DESKRIPSI
Deskripsi adalah tulisan
yang tujuannya memberikan perincian atau detail tentang objek sehingga dapar
memberi pengaruh pada sensivitas dan imajinasi pembaca atau pendengar, bagaikan
mereka ikut melihat, mendengar, merasakan atau mengalami langsung objek
tersebut (Semi, 1990:42).Ciri-ciri umumnya adalah (Semi, 1990: 43) :
(1) Lebih berupaya
memperlihatkan detail atau perincian tentang objek
(2) Lebih bersifat memberi
pengaruh sensivitas dan membentuk imajinasi pembaca
(3) Disampaikan dengan gaya
yang memikatdan dengan pilihan kata yang menggugah
(4) Lebih banyak memaparkan
tentang sesuatu yang dapat didengar, dilihat, dan dirasakan sehingga objeknya
pada umumnya benda, alam, warna, dan manusia
(5) Organisasi penyampaiannya
lebih banyak menggunakan susunan ruang
Contoh karangan Deskripsi:
Kuamati penampilanku
sendiri pada cermin besar itu. Tampak di seberang kaca, seorang pemuda berwajah
kasar.,sepasang mata menyala-nyala, bergairah, tapi dalam lingkungan roman muka
yang ... ya, siapa pun tidak perlu berkhayal terlalu jauh untuk mampu menemukan
persamaannya dengan moncong seekor anjing Buldog. Tidak itu saja, tubuh yang
kukuh kekar, pendek berotot, lengan dengan bisep bak paha pemain sepak bola,
dada bidang menambah-nambah imajinasi orang yang melihatnya, bahwa aku ini tak
ubahnya seperti seekor anjing Buldog saja.
D. ARGUMENTASI
Argumentasi adalah tulisan
yang bertujuan meyakinkan atau membujuk pembaca tentang kebenaran pendapat atau
pernyataan penulis (Semi, 1990: 44). Apabila eksposisi bertujuan menjelaskan
sesuatu kepada orang lain, maka argumentasi bertujuan untuk meyakinkan orang
lain. Meyakinkan orang lain dengan jalan pembuktian, alasan, serta ulasan
secara objektif dan meyakinkan. Ciri-ciri tulisan argumentasi (Semi, 1990: 45)
adalah sebagai berikut :
(1) Bertujuan meyakinkan orang
lain
(2) Berusaha membuktikan
kebenaran suatu penyataan atau pokok persoalan
(3) Mengubah pendapat pembaca
(4) Fakta yang ditampilkan
merupakan bahan pembuktian
Contoh Argumentasi :
Kedisiplinan lalu lintas
masayarakat di Jakarta cenderung menurun.Hal ini terbukti pada bertambahnaya
jumlah pelanggarannya yang tercatat di kepolisian.Selain itu, jumlah korban
yang meninggal akibat kecelakaan pun juga semakin meningkat.Oleh karena itu,
kesadaran mesyarakat tentang kedisplinan berlalu lintas perlu ditingkatkan
(Pusat Bahasa.2003. 45).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar